Sabtu, 08 Juni 2013

JARINGAN PELINDUNG, JARINGAN DASAR, DAN JARINGAN PENGUAT


A. Jaringan pelindung
Jaringan pelindung berfungsi melindungi tumbuhan dari pengaruh luar yang merugikan. Jaringan pelindung pada tumbuhan berupa:
a. Epidermis
Jaringan epidermis yaitu jaringan yang terletak paling luar pada setiap organ tumbuhan ( akar, batang dan daun, bunga, buah, dan biji ). Ciri-ciri jaringan epidermis adalah:
- Tersusun dari sel-sel hidup.
- Terdiri atas satu lapis sel tunggal.
- biasanya tersusun rapat tidak ada ruang antar sel. Tidak memiliki klorofil. Pada sel penutup di stomata
mengandung kloroplas, tapi hanya sedikit.
Sistem jaringan epidermis memiliki berbagai fungsi:
(I) melindungi jaringan dalam (sebagai pelindung mekanis).
(Ii) Mengurangi tingkat transpirasi karena adanya cuticula pada lapisan luar.
(Iii) membantu dalam pertukaran gas karena adanya stomata.
(Iv) Epidermis juga menyimpan air dan produk metabolik.
Dinding sel jaringan epidermis bagian luar yang berbatasan dengan udara mengalami penebalan , sedangkan dinding sel jaringan epidermis bagian dalam yang berbatasan dengan jaringan lain dinding selnya tetap tipis. Mengalami modifikasi membentuk derivat jaringan epidermis, misal stomata atau mulut daun (berfungsi untuk pertukaran gas) , dan trikomata (berfungsi mengurangi penguapan dan merupakan derivat epidermis yang membentuk struktur beragam seperti rambut, sisik, rambut kelenjar dan tonjolan).
1. Stomata, yaitu celah dalam epidermis yang dibatasi oleh 2 sel epidermis yang khusus (sel penutup/ guard cell). Stomata juga dikelilingi oleh sel tetangga.
- Sel penutup merupakan sel epidermis yang telah mengalami perubahan bentuk dan fungsi, yang terdiri dari sepasang sel yang kelihatannya simetris dan berupa sel-sel yang aktif. Dalam sel penutup juga terdapat kloroplas, tapi jumlahnya hanya sedikit.
- Sel tetangga, yaitu sel-sel yang mengelilingi stomata yang berbentuk beda dengan sel epidermis lainnya. Sel penjaga berperan dalam peruban osmotik yang menyebabkan gerakan sel penutup yang mengatur lebar celah.
2. Trikomata, yaitu derivat epidermis yang membentuk struktur beragam seperti rambut, sisik, rambut kelenjar, dan tonjolan.

b. Jaringan gabus (Cork Tissue)
Jaringan gabus adalah jaringan sekunder, terbentuk pada bagian luar lapisan jaringan yang dikenal sebagai kambium gabus . Jika epidermis hilang, rusak, mati atau tidak aktif lagi maka digantikan jaringan gabus, yang dibedakan atas eksodermis, endodermis, dan periderm.
Ciri-ciri jaringan gabus :
- Sel-sel gabus yang mati.
- Mereka tidak memiliki ruang-ruang antar antara mereka.
- Sel gabus memperbesar daya perlindungan batang dan mengurangi penguapan air.
- Lapisan terluar jaringan pada tanaman berkayu yang resisten terhadap bagian dari uap air dan gas dan yang menjadi kulit kayu.
- Jaringan gabus adalah jaringan sekunder, terbentuk pada bagian luar lapisan jaringan yang dikenal sebagai kambium gabus
Periderm
Periderm terdiri dari 3 bagian yaitu:
1. Felogen (Kambium Gabus), yaitu meristem yang membentuk periderm.
2. Felem (Gabus), yaitu jaringan pelindung yang dibentuk felogen ke arah luar.
3. Feloderm, yaitu jaringan yang dibentuk Felogen ke arah dalam.

Cork kambium (Kambium Gabus)(Felogen)
Kambium Gabus adalah jaringan ditemukan pada tumbuhan vaskular sebagai bagian dari periderm, yaitu meristem yang membentuk periderm. Kambium gabus berfungsi untuk pertumbuhan sekunder yang menggantikan epidermis pada akar dan batang.Biasanya ditemukan dalam kayu tumbuhan dikotil, gymnosperma dan beberapa monokotil, yang biasanya kekurangan pertumbuhan sekunder.
 Ini adalah salah satu dari banyak lapisan kulit, antara gabus dan floem primer
Fungsi kambium gabus:
- menghasilkan jaringan gabus, bahan pelindung tangguh.
B. Jaringan parenkim (dasar)
Jaringan Parenkim merupakan jaringan dasar yang terdapat diseluruh organ tumbuhan. Disebut sebagi jaringan dasar karena sebagai penyusun sebagian besar jaringan pada akar, batang, daun, bunga, buah dan biji (contoh: palisade, tempat fotosintesis berlangsung, jaringan parenkim spons selain sebagai tempat fotosintesis juga sebagai tempat penyimpanan hasil fotosintesis)
Ciri-ciri jaringan parenkim adalah:
- Terdiri dari sel-sel hidup yang berukuran besar
- berdinding tipis. 
- Memiliki banyak vakuola untuk menyimpan cadangan makanan.
- Mampu bersifat meristematik.
- Memiliki ruang antar sel sehingga letaknya tidak rapat (untuk pertukaran gas).
- Berbentuk segi banyak .
Berdasarkan fungsinya jaringan parenkim di bedakan menjadi empat macam.
1. Parenkim asimilasi (klorenkim), jaringan parenkim yang mengandung klorofil (untuk fotosintesis). Contoh parenkim palisade dan parenkim spons pada daun.
2. Parenkim penimbun, jaringan parenkim ini dapat menyimpan makanan cadangan dalam bentuk yang berbeda-beda, misal sebagai larutan di dalam vakuola, bentuk partikel padat atau cairan di dalam sitoplasma.
3. Parenkim air,jaringan parenkim yang mampu menyimpan air.
4. Parenkim udara (aerenkim), jaringan parenkim yang mampu menyimpan udara. Contoh parenkim air pada batang teratai (untuk mengapung).

C. Jaringan Penguat
Jaringan penguat dalam tumbuhan digunakan untuk memperkukuh tubuh tumbuhan. Berdasarkan bentuk dan sifatnya, jaringan penguat di bedakan menjadi.
a. Jaringan kolenkim.
Ciri-ciri jaringan kolenkim:
1. Merupakan penguat utama organ-organ tumbuhan yang masih aktif mengadakan pertumbuhan dan perkembangan.
2. Umumnya terletak di bawah epidermis batang, tangkai daun, tangkai bunga, dan ibu tulang daun.
3. sel-selnya hidup
4. Sel bersifat liat (plastis)
4. mengalami penebalan zat selulosa pada dinding selnya.
5. Dinding selnya tidak mengandung lignin tetapi mengandung selulosa, pektin, dan hemiselulosa.
6. Memiliki fungsi sebagai penyokong atau penguat pada organ tubuh muda. 
Kolenkim berdasarkan penebalan dindingnya dibedakan menjadi 3, yaitu:
1. Angular Kolenkim (sudut)
Penebalan meluas ke sudut sel.
2. Pelat / papan Kolenkim (pipih)
Penebalan terjadi pada dinding tangensial, yang merupakan bagian dari dinding sejajar dengan permukaan organ.
3. Kolenkim tubular (lakunar)
Penebalan terjadi disekitar ruang antar sel.
b. Jaringan sklerenkim
ciri-ciri jaringan sklerenkim:
1. Hanya terdapat pada jaringan tumbuhan yang tidak lagi mengadakan pertumbuhan dan perkembangan.
2. Terdiri atas sel-sel mati.
3. Sel bersifat kenyal (elastis)
3. Dinding selnya sangat tebal dan kuat karena mengandung lignin.
4. Ada yang berbentuk benang panjang dan ada pula yang kecil tidak beraturan.
5. Memiliki fungsi sebagai penyokong yang terdapat pada organ tubuh tumbuhan yang telah dewasa.
Sel sklerenkim dibedakan menjadi dua bentuk yaitu serat (fiber) dan sklereid:
a. Serat (fiber), yaitusel yang panjang. Berkembang dari sel meristematik. Sering ditemukan sebagai berkas, jalinan, atau berupa silinder berongga. Serat dapat dibagi menjadi dua, yaitu:
1. keras serat, yaitu serat yang memiliki dinding kayu karena mengandung lignin, umumnya diproduksi oleh monokotil.
2. lembut serat, yaitu serat yang tidak selalu mengandung lignin, fleksibel dan lentur, yang dihasilkan oleh tanaman dikotil.

b. Sklereid, yaitu sel yang pendek, dibentuk dari sel sel parenkim yang dindingnya menjadi tebal. Sklereid sering disebut sel batu, karena dinding keras. Ukuran dan bentuknya bervariasi.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar